Dinamika pasar modal, mulai dari regulasi, pergerakan emiten, hingga partisipasi investor.
Pasca-pengumuman rebalancing oleh lembaga pemeringkat global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 12 Mei lalu, pasar modal Indonesia mengalami guncangan yang menurunkan indeks harga saham cukup dalam. Penyesuaian itu harus menjadi momentum untuk memperkuat fundamental perusahaan.
Laporan MSCI yang dinanti akhirnya keluar juga. Apa saja hasil lengkapnya? Bagaimana arah perdagangan IHSG ke depan?
Pasar kini menanti hasil peninjauan MSCI yang akan diumumkan pada 12 Mei 2026 waktu Amerika Serikat, sementara perubahan komposisi indeks akan berlaku efektif mulai 29 Mei 2026.
Benang merah dari penyelenggaraan Indonesia IRF (Investor Relations Forum) 2026 pada 11 Mei 2026 menegaskan bahwa tanpa reformasi struktural yang kredibel, daya tarik pasar keuangan domestik berisiko tergerus oleh volatilitas yang kian meningkat.
Reformasi yang dilakukan pasar modal Indonesia saat ini merupakan salah satu langkah paling agresif yang pernah dilakukan.
Regulator dan otoritas pun sudah menggulirkan dan tengah meneruskan agenda reformasi di lantai bursa. Kini semua pemangku kepentingan tengah bekerja keras mewujudkan era baru pasar modal.
Reformasi tata kelola pasar modal yang tengah dan terus berjalan diharapkan bisa memulihkan lagi kepercayaan.
Seiring respons pasar terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melampaui ekspektasi, dengan indeks dibuka naik 0,41% ke level 7.086,34 dan ditutup menguat 0,50% ke posisi 7.092,46.
Penguatan tata kelola (governance) menjadi fondasi utama pertumbuhan industri securities crowdfunding (SCF) di Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bagaimana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan? Apakah bakal kembali jeblok? Atau apakah justru akan bangkit dan melesat? Barangkali kita bisa temukan jawabannya dengan berkaca pada sejarah.
Kendati neraca perdagangan masih surplus hingga 71 bulan berturut-turut, tapi belum cukup dongkrak kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin.
Sentimen musiman sell in May and go away kembali mengemuka di pasar modal Indonesia pada akhir April 2026, beriringan dengan meningkatnya tekanan global dan fokus investor terhadap evaluasi MSCI.
Menampilkan 12 dari 94 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.